#lebaran { background:none repeat scroll 0% 0% rgba(19,19,19,0.65); color:#FFC200; font-size:130%; text-transform:capitalize; text-align:center; padding:15px 0; font-weight:normal; border-radius:5px; line-height:1.8em; font-family: quot; Roboto quot; ,Arial; margin-bottom:15px; } .digit { color:white; } .juduls { color:#FFC200; }

Selasa, 21 April 2015

Bahasa Daerah di Indonesia

Mengenal Bahasa Daerah

Ada istilah tak kenal maka tak sayang, ternyata negara kita Indonesia tercinta kita ini memiliki banyak sekali bahasa daerah yang sangat memperkaya khasanah budaya. Apabila kita mengunjungi suatu daerah yang ada di nusantara, maka barangkali akan menemukan bahasa yang berbeda dengan dengan daerah lainnya. Meskipun kita tidak memahami bahasa daerah tertentu namun setidaknya kita mengetahuinya.

Berikut diantaranya daftar bahasa daerah di Nusantara, mungkin salah satunya bahasa ibu yang anda gunakan.

Bahasa Aceh Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Alas Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Alor Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Ambelan Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Angkola Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Aru Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Bacan Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Sula Bacan Bahasa Bada’ Besona Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Bahau Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Bajau Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Balantak Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Loinan Bahasa Bali Digunakan di Wilayah Bali Bahasa Banda Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Banggai Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Loinan Bahasa Banjar Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Bantik Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Batak Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Belu Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Bobongko Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Loinan Bahasa Bonerate Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Bugis Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Bulanga Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gorontalo Bahasa Bungkumori Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Bungku Langku Bahasa Buol Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gate Bahasa Buru Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Butung Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Enggano Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Gayo Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Geloli Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Goram Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Gorontalo Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gate Bahasa Helo Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Iban Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Jawa Digunakan di Wilayah Jawa Bahasa Kadang Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Kai Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Kaidipan Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Gate Bahasa Kail Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Kaisar Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Kalaotoa Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Karo Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Karompa Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Kayan Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Kenya Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Klemautan Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Kroe Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Kubu Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Lain Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Laki Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Bungku Langku Bahasa Lampung Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Landawe Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Bungku Langku Bahasa Layolo Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Leboni Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Leti Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Loinan Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Loinan Bahasa Lom Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Luwu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Madura Digunakan di Wilayah Jawa Bahasa Makassar Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Mandailing Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Mandar Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Mapute Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Bungku Langku Bahasa Melayu Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Melayu Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Mentawai Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Milano Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Minangkabau Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Mongondow Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Napu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Nias Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Orang Laut Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Ot-Danum Digunakan di Wilayah Kalimantan Bahasa Pak-Pak Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Pantar Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Pilpikoro Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Pitu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Rejang Lebong Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Riau Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Roma Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Rote Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Sa’dan Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Salu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Sangir Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Sasak Digunakan di Wilayah Bali Bahasa Sasak Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Barat Bahasa Sasak Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Timur Bahasa Seko Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Sikule Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Simulur Digunakan di Wilayah Sumatera Bahasa Solor Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Sula Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Sula Bacan Bahasa Sumba Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Barat Bahasa Sumbawa Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Timur Bahasa Sunda Digunakan di Wilayah Jawa Bahasa Talaud Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Taliabo Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Sula Bacan Bahasa Tambulu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Tanibar Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Ternate Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Halmahera Utara Bahasa Tetun Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Timur Bahasa Tetun Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Tidore Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Halmahera Utara Bahasa Timor Digunakan di Wilayah Nusa Tenggara Timur Bahasa Timor Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Tombatu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Tomini Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Tomoni Bahasa Tompakewa Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Tondano Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Tontembun Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulut Bahasa Toraja Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja Bahasa Uluna Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Sulsel Bahasa Walio Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Muna Butung Bahasa Wetar Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Ambon Timur Bahasa Windesi Digunakan di Wilayah Maluku Daerah Sekitar Halmahera Selatan Bahasa Wotu Digunakan di Wilayah Sulawesi Daerah Sekitar Toraja

Beda Outbound dan Outing

Pengertian Outbound dan Outing

Pada istilah dunia wisata saat ini mungkin kita sudah tak asing lagi dengan istilah Outbound dan outing yang keduanya sama-sama merupakan kegiatan/permainan yang dilakukan diluar ruangan biasanya di alam terbuka misalnya dipengunungan atau lokasi-lokasi lain yang sengaja didesign untuk kegiatan outbound atau outing tersebut yang tujuannya tiada lain dalam rangka penyegaran atau reffresing.  Tapi sebenarnya istilah Outbound dan Outing itu memiliki perbedaan satu sama lain, perbedaanya adalah sebagai berikut :

Outbound

Pengertian outbound sebenarnya adalah setiap permainan/kegiatan di luar ruangan atau di alam terbuka yang memiliki tujuan untuk merubah watak atau karakter menjadi lebih baik/positif. misalnyaimage : viarenata.com untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan suatu perusahaan atau instansi. Dalam kegiatan Outbound biasanya pelaku dilatih untuk dapat meningkatkan 

Teamwork, Manajerial, Kemandirian, Peduli pada lingkungan sekitar, Empati, Kepemimpinan, Komunikasi, Kesabaran dll

Intinya bahwa dalam kegiatan outbound harus terdapat poin-poin yang harus dicapai artinya setelah melakukan kegiatan outbound terdapat perubahan sikap dan karakter menjadi lebih baik misalnya seseorang menjadi disiplin, kreatif, teliti dan lain-lain.

Outing

Sedangkan Outing memiliki pengertian yang hampir sama dengan outbound, namun pada pada pelaksanaanya outing tidak memiliki tujuan atau maksud seperti outbound dalam arti kegiatan outing dilakukan semata-mata hanya untuk rekreasi semata. 

Jenis permainan

Permainan dalam Outbound game atau outing di bagi dalam beberapa jenis, antara lain:

1. Game strategy

2. Game brain

3. Fun game

4. Ice breaking

Farriswisata Trans siap mengantar Anda

Sejarah Agrowisata

Sejarah Kelahiran dan perkembangan Agrowisata

Agritourism bermula dari ecotourism.Ecotourism adalah yang paling cepat bertumbuh diantara model pengembangan pariwisata yang lainnya di seluruh dunia, dan memperoleh sambutan yang sangat serius. Ecotourism dikembangkan di negara berkembang sebagai sebuah model pengembangan yang potensial untuk memelihara sumber daya alam dan mendukung proses perbaikan ekonomi masyarakat lokal. Ecotourism dapat menyediakan alternatif perbaikan ekonomi ke aktivitas pengelolaan sumber daya, dan untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat lokal ( U.S. Konggres OTA 1992).

Agrowisata merupakan bagian dari objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan, pengalaman rekreasi, dan hubungan usaha dibidang pertanian. Melalui pengembangan agrowisata yang menonjolkan budaya lokal dalam memanfaatkan lahan, kita bisa meningkatkan pendapatan petani sambil melestarikan sumber daya lahan, serta memelihara budaya maupun teknologi lokal (indigenous knowledge) yang umumnya telah sesuai dengan kondisi lingkungan alaminya.

Objek agrowisata yang telah berkembang dan tercatat dalam basis data Direktorat Jenderal Pariwisata 1994/1995 terdapat delapan propinsi yaitu Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DIY, Jawa Timur, NTB, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Objek agrowisata umumnya masih berupa hamparan suatu areal usaha pertanian dari perusahaan-perusahaan besar yang dikelola secara modern/ala Barat dengan orientasi objek keindahan alam dan belum menonjolkan atraksi keunikan/spesifikasi dari aktivitas lokal masyarakat. Diantara objek agrowisatawisata tersebut seperti berikut:

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor didirikan 18 Mei 1817 yang semula bernama Islands Plantentuin te Buitenzorg. Pengelolaannya kini di bawah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoneia (LIPI) yang menitikberatkan pada bidang pendidikan dan penelitian daripada untuk rekreasi. Kebun Raya Bogor dengan luas 87 hektare berfungsi untuk melestarikan tumbuh-tumbuhan secara ex situ (memindahkan tanaman dari tempat asalnya ke tempat baru dengan dibuat sesuai dengan tempat asalnya).

Taman Anggrek Indonesia Permai, Jakarta

Taman ini lokasinya berdekatan dengan Taman Mini indonesia Indah (TMII). Pengunjung dapat menikmati keindahan berbagai jenih anggrek dalam kaveling-kaveling khusus. Taman ini juga menawarkan paket khusus budi daya anggrek bagi mereka yang berminat dan sarana penelitian untuk pengembangan budidaya tanaman anggrek. 

Taman Bunga Nusantara, Cipanas, Jawa Barat

Taman Bunga Nusantara yang dibuka September 1995 dengan luas kawasan 35 hektare. Lahan 25 hektare untuk tanaman hias dan berbagai macam pohon dengan koleksi lebih dari 300 varietas yang dikumpulkan dari berbagai benua. Di taman ini terdapat tempat khusus yang ditanami jenis tanaman tertentu, seperti taman mawar, taman bougenvill, dan taman palem. 

Taman Buah Mekarsari (TBM), Cileungsi, Jawa Barat.

Taman Buah Mekarsari diresmikan Oktober 1995. Tujuan pembangunan TBM adalah menciptakan kebun hortikultura dengan teknologi canggih sebagai kebun percobaan, kebun produksi, dan objek agrowisata. TBM memiliki lahan 264 hektare dengan rancangan pola tanam menyerupai bentuk daun lamtorogung, yang dianggap sebagai tanaman serba guna dan sebagai pelestari lingkungan hidup. 

Oceanarium

Objek agrowisata perikanan yang terdapat di Indonesia adalah Sea World yang memiliki oceanarium, berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. Oceanarium mulai beroperasi Mei 1994 menyajikan kehidupan alam di bawah laut dan aneka ragam hewan laut seperti hiu, ikan pari, penyu, dan ratusan jenis ikan yang dapat dilihat melalui terowongan pada kolam raksasa yang terbuat dari kaca. 

Taman Akuarium Air Tawar (TAAT)

Taman Akuarium Air Tawar (TAAT) diresmikan April 1994 berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), TAAT dibangun dengan gedung berbentuk lingkaran yang terdiri dari dua lantai seluas 5.500 M2 dengan atap berbentuk kubah berwarna hijau. 

  

Taman Burung TMII

Taman burung ini berlokasi di TMII Jakarta dengan luas taman 6 hektare dan memiliki 267 jenis burung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan 16 jenis burung yang bukan asli Indonesia. Di taman burung ini terdapat dua rangkaian kubah, yaitu kubah barta yang menjadi tempat jenis-jenis burung dari Indonesia Barat dan kubah timur yang berisi koleksi burung dari kawasan Indonesia Timur. 

Taman Anggrek Ragunan

Taman anggrek Ragunan (TAR) merupakan aset Pemda DKI Jakarta dengan luas lahan sekitar 5 ha, dikelola oleh Dinas Pertanian DKI Jakarta. TAR menjadi salah satu objek Agrowisata, yang berfungsi sebagai: tempat wisata, tempat berlangsungnya aktivitas agribisnis tanaman anggrek baik dalam bentuk tanaman maupun bunga potong, dan sebagai sarana untuk mempelajari seluk beluk pemeliharaan anggrek.

Balai Benih Ikan Ciganjur

Balai Benih Ikan Ciganjur merupakan lahan milik Pemda DKI Jakarta dengan luas lebih dari 10 ha. Balai ini dikelola oleh Dinas Perikanan yang kegiatannya, antara lain: pembenihan ikan, pemeliharaan ikan dan secara berkala diadakan atraksi lomba memancing. Selain itu, sebagian lahan ini juga dimanfaatkan oleh para petani ikan yang mengusahakan ikan konsumsi dan ikan hias. 

Taman Margasatwa Ragunan

Adalah Kebun Binatang milik Pemerintah DKI Jakarta yang berdiri di atas tanah seluas lebih kurang 135 ha. Di dalamnya terdapat koleksi satwa sebanyak lebih kurang 3.200 ekor. Pada saat ini masih dalam tahap proses penataan dan pembangunan untuk terwujudnya Kebun Binatang yang baik sebagai sarana rekreasi, pendidikan, penelitian, dan konservasi fauna dan flora. 

Farriswisata Trans siap mengantar Anda...
Telp 0813 8226 8382

Obat obatan yang perlu dibawa saat wisata

Obat-obatan Yang Harus Dibawa Saat Bepergian Jarak Jauh


Obat-obatan yang harus kita bawa saat bepergian jarak jauh atau travelling adalah obat yang berguna untuk menjaga badan kita  dari berbagai kendala kesehatan sehingga Anda dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman

1. Anti Maag

Maag atau radang dari lambung, merupakan penyakit yang juga umum dialami setiap orang. Walaupun biasa, bila saatnya penyakit ini kambuh tetap saja rasa sakitnya tidak tertahankan. Rasa sakit yang ditimbulkan sangat menyiksa hal ini tentu saja akan mengganggu semua aktivitas anda dan merusak semua kegiatan yang telah Anda rencanakan sebelum melalkukan perjalanan

2. Sakit Kepala

Demikian pula sakit kepala, rasa sakit di bagian kepala ini akan mengganggu semua kagiatan Anda Obat sakit kepala merupakan obat yang tidak pernah absen dibawa oleh para traveler. Salah satu Salah satu obat sakit kepala yang umum adalah Paracetamol.

3. Anti Diare

Penyakit ini sangat mengganggu terlebih apabila Anda melakukan perjalanan bersama rombongan karean Anda akan sering-sering minta ijin untuk ke WC, otomatis waktu traveling Anda akan banyak tersita karena Anda akan lebih banyak menghabiskan waktu Anda di WC.

4. Anti Alergi

Kondisi kesehatan seseorang mungkin berbeda-beda, terutama menyangkut makanan, suhu udara atau benda-benda lain yang mungkin ditemukan saat perjalanan. Bagi sebagian orang makanan atau benda tertentu mungkin tidak berakibat buruk, naum bagi anda mungkin akan berakibat kurang baik, Alergi mungkin akan dianggap hal sepele, namun saya yakin Anda tidak akan mau saat liburan Anda disibukan dengan hal sepele ini. Alergi dapat timbul karena apa saja. Penyebab alergi paling umum adalah debu, makanan laut, telur, dll. Hanya saja jika berlibur, Anda akan berada pada lingkungan yang tidak Anda kenal. Oleh sebab itu, obat anti alergi merupakan obat wajib bawa dalam tas Anda

5 Iritasi Mata

Jangan biarkan iritasi mata merusak liburan Anda. Untuk itu siapkanlah tetes mata ketika Anda bepegian. Walaupun tidak dapat mengobati iritasi atau infeksi mata sepenuhnya, tetes mata dapat membantu Anda mengatasi mata merah karena iritasi ataupun kemasukan benda asing. Pasalnya, tetes mata yang Anda bawa tersebut dapat membantu mengeluarkan benda asing ataupun menetralkan mata merah karena benda asing tersebut. 

Nah bagi Anda yang berencana bepergian atau Traveling, jangan lupa untuk membawa obat-obat tersebut diatas agar moment wisata Anda beserta keluarga tercinta dapat berjalan dengan nyaman
Dan jangan lupa jika ingin berpariwisata yang nyaman...hubungi
Farriwisata Trans, yang siap mengantar Anda

Telp. 0813 8226 8382

Wisata Tangkupan Parahu

Pesona Wisata Gunung Tangkuban Parahu

Bagi masyarakat Jawa Barat, gunung Tangkuban parahu merupakan ojek wisata andalan, gung tersebut terletak di Lembang, kurang lebih 30 km sebelah utara kota Bandung dengan ketinggian 2084 Meter dari atas permukaan laut. Untuk menuju kesana diperlukan waktu kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor. Gunung ini mengingatkan kita pada legenda Sangkuriang yang emncintai ibunya sendiri Dayang Sumbi, untuk menolaknya Dayang Sumbi meminta dibuatkan perahu dengan waktu hanya satu malam saja, karena kesaktian Sangkuriang perahu hampir saja terwujud, namun berkat do’a dayang sumbi maka dapat digagalkan, karena merasa gagal, maka perahu yang hampir jadi itu ditendang oleh Sangkuriang hingga terbalik, dan berubahlah menjadi tangkuban perahu yang berarti Perahu yang Terbalik.

Gunung ini meletus secara dasyat pada zaman purbakala sehingga saking dasyatnya hingga merusak puncak gunung hingga rata dan terlihat seperti perahu yang terbalik. yang terakhir meletus pada tahun 1910, memiliki 9 kawah yang masih aktif hingga sekarang. Banyaknya letusan yang terjadi dalam 1.5 abad terakhirlah yang menyebabkan banyaknya kawah - kawah pada gunung Tangkuban Perahu diantaranya :

Kawah Ratu

Kawah Ratu langsung terlihat dari atas dengan pembatas pagar kayu untuk mencegah pengunjung terjatuh. Tanah di sekitar Kawah Ratu umumnya berwarna putih dengan beberapa batu belerang berwarna kuning. Batu-batuan dan suasana kering dan gersang terasa di kawah ini. Anda dapat mencoba mendaki ke daerah yang lebih tinggi jika ingin melihat kawasan Kawah Ratu secara menyeluruh.

Kawah Upas

Kawah Upas terletak di sebelah Kawah Ratu. Tetapi, untuk dapat melihat kawah ini harus melalui medan yang berbahaya, Anda harus melewati jalan yang berpasir untuk mencapai kawah ini. Maka, sangat jarang pengunjung yang datang melihat kawah ini. Bentuk Kawah Upas berbeda dengan Kawah Ratu. Kawah Upas lebih dangkal dan mendatar.

Kawah Domas

Kawah Domas terletak lebih bawah daripada Kawah Ratu. Jika Anda dating melalui jalan baru, Anda akan menemukan pintu gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum menuju Kawah Ratu. Jika pada Kawah Ratu Anda hanya akan melihat kawah dari kejauhan, pada Kawah Domas, Anda dapat lebih dekat dengan kawah. Bahkan, Anda dapat mencoba merebus telur dengan memasukkannya ke dalam kawah. Jika Anda ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00 WIB, Anda diharuskan menggunakan jasa pemandu wisata.

Manarasa

Pohon yang banyak terlihat di sekitar kawah adalah pohon yang disebut oleh warga sekitar dengan nama Manarasa. Daun tanaman ini akan berwarna kemerah-merahan jika daun sudah tua. Daun yang sudah berwarna merah dapat dimakan dengan rasa mirip seperti daun jambu dengan sedikit rasa asam. Daun ini dapat mengobati diare dan dipercaya akan membuat awet muda. Mungkin daun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu.

Kawasan Tangkuban Parahu sering sekali dijadikan objek penelitian oleh para peneliti kegunung apian, selain dari untuk melihat-lihat keindahan alamnya, di tempat ini banyak toko-toko sederhana yang menjual berbagai souvenir seperti syal, topi kupluk, tas dan topi bulu, berbagai pajangan dari kayu dan berbagai aksesories lainnya. Ada juga penjual makanan dan minuman hangat seperti mie rebus, bandrek dan lainnya. Anda juga dapat menunggang kuda untuk mengitari sebagian kawah ini. 

Keindahan kawah dari Gunung Tangkuban Perahu dan beberapa spot yang ada di sekitarnya juga menjadi salah satu tempat bagi para calon pengantin untuk melakukan foto outdoor prewedding. Keindahan kawah-kawah dari Gunung Tangkuban Perahu dapat menjadi salah satu tujuan wisata jika Anda sedang mengunjungi kota Bandung.
         Dan.........
Farriswisata Trans siap mengantar Anda.....

Wisata Syari'ah

Wisata Syariah


Dalam dunia pariwisata saat ini terdapat istilah Wisata Syariah atau Tour Syariah. Sebagai negara yang berpenduduk mayoritas muslim sebenarnya Indonesia sangat berpeluang untuk mengembangkan jenis wisata ini namun pemerintah baru mensosialisaikan wisata ini apa akhir 2012 melalui kementerian pariwisata.
Berbeda dengan negara-negara lain yang notabene bukan negara dengan penduduk mayoritas muslim telah terlebih dahulu memulai menggunakan tour syariah seperti Thailand, Singapore, Korea, Jepang, Taiwan bahkan China sekalipun.

Wisata Syariah ini tidak hanya memiliki paket wisata dengan mengunjungi objek-objek wisata Islam seperti Mesjid atau tempat Ibadah bersejarah dll melainkan Wisata atau Tour Syariah adalah jenis wisata yang memegang prinsip syariah Islam dengan tanpa mengubah objek wisata pada umumnya. Syariah Islam dalam hal ini meliputi kehalalan makanan, hotel yang tidak menjual minuman keras, kolam renang yang memisahkan antara laki-laki dan perempuan termasuk fasilitas spa, pada prinsipnya segala sesuatu dilakukan dalam kerangka syariah Islam. Dengan kata lain Tour Syariah Itu adalah Tour yang keseluruhan paketnya dilaksanakan sesuai dengan syariah Islam tanpa mengubah tujuan destinasi dan obyek popular wisata pada umumnya.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menetapkan sembilan tujuan wisata yang memiliki potensi untuk dipromosikan sebagai kawasan wisata dan tour syariah di Indonesia. Sembilan daerah itu adalah Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok. Anehnya propinsi Aceh yang dikenal sebagai propinsi syariah justru tidak termasuk didalamnya.

Indonesia memiliki setidaknya 9 destinasi wisata Syariah yang dapat dipromosikan meliputi Sumatera Barat, Rian, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makasar, dan Lombok. Dalam rangka mempromosikan destinasi wisata syariah tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyiapkan standarisasi usaha wisata syariah mulai dari hotel, restoran, spa, biro perjalanan wisata dengan menggandeng lembaga terkait dalam rangka menyiapkan Sumberdaya manusia dalam industri wisata syariah seperti pemandu wisata/guide, customer service dll.

Walaupun Indonesia agak ketinggalan dibanding Negara lain dalam memulai serta masih kurang gencar dalam mempromosikan Tour Syariah, kita harus tetap optimis, mengingat potensi kekayaan alam Negara kita yang sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita mengemasnya sehingga menarik bagi turis lokal maupun turis mancanegara.

Minggu, 14 September 2014

SMP Harapan Jaya Cengkareng Tour to Jogjakarta

Terimakasih kepada SMP Harapan Jaya Cengkareng Jakarta Barat atas kepercayaannya kepada kami untuk mengorganis kegiatan study tour ke Jogjakarta pada bulan Mei 2014 selama 4 hari.